Rabu, 18 Mei 2011 |
0
komentar
Beberapa hari yang lalu, aku mendapat kabar yang kurang menyenangkan dari temanku yang begitu dekat. Ya, walaupun setiap yang benyawa pasti akan menghadapinya, namun tetap saja diri ini merasa kenapa semua itu begitu cepat. Aku tidak tahu bagaimana perasaan temenku yang kehilangan, semoga saja ketabahan mengalir dalam nadinya di kehidupan setelah ini. Aku tahu dia sudah paham dengan semuanya, tentang sunatullah, dan bagaimana dia harus bersikap. Aku percaya dia bisa, dan semoga Allah senantiasa menguatkannya.
Ngomongin masalah satu ini, aku jadi ingat tentang sebuah hadist, bahwa orang yang paling cerdas adalah orang yang senantiasa ingat akan kematian. Bukan karena kita ingat mati, hidup menjadi pesimistis, ya udahlah, ntar kita juga bakal mati juga akhirnya, mending sekarang perbanyak doa aja deh, buat bekal disana. Tidak, bukan begitu. Tapi justru dengan mengingat mati, kita menjadi terpacu untuk melakukan segalanya dengan usaha terbaik, meninggalkan prestasi sebanyak yang kita mampu, megukir nama dalam sejarah sehingga keberadaan kita bisa dirasakan oleh banyak generasi, nama masih mengangkasa di atmosfer, walaupun raga kita mungkin sudah lama berkalang tanah di dalam bumi.
Lalu sampai saat ini, kita yang ngakunya makhluk bernyawa, sudah menghasilkan apakah? Padahal kematian tidak akan diketahui masanya. Mungkin besok, nanti, sejam lagi, bahkan mungkin sedetik lagi! Hua… jangan dong, terlalu mendadak itu mah. Nah makanya, ayo sama-sama saling mengingatkan untuk senantiasa melakukan setiap aktivitas dengan kemampuan terbaik kita. Apalagi kalau setiap aktivitas tersebut diniatkan sebagai ibadah, mengharap ridhoNya, wah tambah mantap gan pahalanya. Lebih berlipat-lipat gedenya daripada yang cuma doa doang tadi. Untuk mengabadikan peran, untuk mengukir nama, untuk mendapatkan saluran yang dapat mengalirkan pahala terus-menerus, kuncinya, MENULIS… tentang apapun itu, tergantung, kita expert dibidang mana. Untuk awal-awal ini, ya menulis blog tentang hal yang masih remeh-temeh namun masih berasa manfaatnya. Hhee..
Yah, walaupun tema kematian udah sering diangkat, ini hanya sebagai pengingatan, untuk diri sendiri, juga orang lain. Untuk temanku itu, sabar ya sayang. Innallaha ma’ash shobirin…



0 komentar:
Posting Komentar